Home Tumbuh Kembang Anak Jadikan Si Kecil Menjadi Sang Pemaaf

Jadikan Si Kecil Menjadi Sang Pemaaf

2017-01-10 07:44:53 Jadikan Si Kecil Menjadi Sang Pemaaf

Sebagai orangtua, Bunda tentu memiliki banyak hal yang ingin diajarkan kepada anak. Salah satunya adalah realita tentang kehidupan ini. Bahwa sesungguhnya, anak Bunda juga bisa merasakan perasaan terluka, marah, kecewa, dan tersakiti hatinya. Bisa jadi luka itu karena Bunda, ayah, saudaranya, anggota keluarga lain, guru, teman-temannya dan orang di lingkungan tempat tinggal kita. Bahwa mungkin kadang kita tersakiti tapi kadang pula kita juga menimbulkan sakit hati pada diri orang lain.

Nah, sudahkah Bunda ajarkan hal ini pada anak?

Bunda harus ajarkan anak untuk jadi manusia yang “fair”, tentang cinta dan luka. Dalam hal ini kita akan membutuhkan kata “maaf”, yang bisa kita utarakan atau bahkan kita terima dari orang. Mengajarkan kata maaf pada anak adalah salah satu cara mendidik anak yang baik.

Bagaimana cara mengajarkan anak menjadi pemaaf?

  1. Move on

Ketika kita merasa tersakiti, kita ingin agar orang lain meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan. Rasanya akan sanagt sulit jika kita belum menemukan kata maaf itu. Anak perlu tahu bahwa kata maaf yang diharapkan, tidak serta merta dengan mudah datang, dan menunggu kata ini keluar dari orang yang menyakiti kita. Kalau sudah begini, kita harus belajar ikhlas dan harus mampu untuk membiarkan semuanya berlalu.

  1. Menerima apa yang sudah terjadi

Cara mendidik anak yang lain agar ia jadi pribadi yang pemaaf adalah dengan mengajarkan bahwa yang sudah terjadi biarlah terjadi. Marah dan kecewa tidak akan bisa mengubah dan juga menyembuhkan perasaan sakit dan luka yang ada.

  1. Pemikiran yang besar

Ada dua macam pemikiran, yaitu positif dan negatif. Keduanya bisa menjadi jalan yang bisa dilalui ketika kita sedang terluka. Menjadi positif adalah hal yang sulit dalam realita kehidupan. Sedangkan mengkonsumsi pemikiran negative juga tak akan mendatangkan manfaat apaun. Pemikiran yang besar ada diantara keduanya, dimana kita mengajarkan anak untuk menerima kehidupan ini, aturan dalam sebuah kehidupan, untuk bisa menemukan sisi baik dari luka yang ada.

  1. Memaafkan adalah sebuah kata kerja yang butuh waktu

Kita perlu mengajarakan anak pentingnya waktu, ketika mereka tersakiti, karena luka itu tidak akan bisa sembuh dengan cepat. Memaafkan adalah proses. Sehingga butuh waktu untuk memprosesnya. Emosi anak itu sama seperti halnya kita, perlu mengalami berbagai kejadian, sebelum tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya.

  1. Luka bisa membuat kuat

Ketika anak terluka, maka ia belajar untuk makin kuat. Kita harus menunjukkan kepada mereka bahwa emosi ini adalah natural dan mereka harus tumbuh dalam berbagai perasaan yang beragam, layaknya manusia pada umumnya.

Nah, memang agak sulit menyampaikan kata maaf dan memaafkan kepada anak. Karena terkadang, kita sendiri sebagai Bunda juga sangat sulit untuk menerima luka yang ada, sehingga sering kali menjadi pemaaf adalah tugas yang berat. Namun demi anak kita, agar ia tumbuh menjadi pribadi yang pemaaf dan penuh dengan energi positif, maka Bunda haruslah belajar untuk lebih bisa menyampaikan makna kata maaf tersebut. Meskipun sulit, tapi sebagai yang kuat, kita pasti bisa melakukannya.

 

Sumber:

http://www.huffingtonpost.com. The Huffington Post. “5 Ways Parents Can  Teach Their Kids to Forgive”. Sherrie Campbell, PhD (03/17/2014). Diakses pada 9 Januari 2017.

Tags:

Artikel Terkait