Home Tumbuh Kembang Anak Si Kecil Pilih-Pilih Makanan? 4 Kiat Ajaib Ini Perlu Bunda Coba!

Si Kecil Pilih-Pilih Makanan? 4 Kiat Ajaib Ini Perlu Bunda Coba!

2016-06-22 01:40:30 Si Kecil Pilih-Pilih Makanan? 4 Kiat Ajaib Ini Perlu Bunda Coba!

 

Si Kecil susah makan termasuk di dalamnya tipe yang pilih-pilih makanan memang sering menjadikan orangtua pusing. Banyak hal dilakukan supaya mereka mau makan makanan yang disajikan. Pilih-pilih makanan sendiri umum terjadi pada anak-anak, Bunda. Seperti dilansir dari parenting.com, ada kasus seorang ibu yang punya anak bernama Julian yang pada usianya yang pertama disebut dengan “good eater/jago makan”. Dia memakan semua makanan yang diberikan orangtuanya dan membuat ibunya begitu bangga. Namun, di ulangtahun keduanya, dia berhenti untuk makan beberapa sayuran seperti bayam dan wortel, dia mulai pilih-pilih makanan. Surprise! Di usianya yang ketiga dia makan hampir semua makanan yang diberikan. 

Salah satu ahli nutrisi anak dari Nashville dan ibu dari anak berusia 4 tahun bernama Jill Castle mengungkapkan bahwa “pilih-pilih makanan merupakan kejadian yang normal dalam bagian masa kanak-kanaknya”. Poin penting di sini adalah anak pilih-pilih makanan masalahnya bukan terletak dari makanannya, namun dari hal-hal lain yang Bunda perlu ketahui sebabnya. 
Berikut adalah beberapa hal tentang alasan kenapa Si Kecil pilih-pilih makanan beserta solusinya. Semoga bisa menjadi solusi anak pilih-pilih makanan!


1.    Pernahkah Bunda menerima jawaban “aku ingin pakai baju warna orange” ketika Bunda menanyakan apakah dia ingin pakai baju warna merah atau biru? Ya, anak kecil memang wajar menjawab seperti itu. Ini sama dengan ketika dia makan. Ketika kita mensugesti dia untuk memilih satu memakan di antara dua makanan, dia malah menginginkan hal lain yang kadang tidak boleh atau tidak baik untuk kesehatannya. 
Lalu, apa yang bisa dilakukan? Lakukan strategi “satu gigitan dulu”. Meskipun hanya sedikit, cobalah agar dia mau memakannya. Dalam satu piring yang ada beberapa jenis makanan, buat Si Kecil untuk mau makan setidaknya satu macam. Tidak apa-apa jika dia tidak memakan semuanya, Bunda bisa mensugestinya dengan makanan-makanan lain. Bunda bisa menawarkan pilihan makanan lain yang “menarik” buat dia namun tetap mempunyai kandungan gizi. Cara lain adalah dengan membiarkan Si Kecil mencampur sendiri makanan di dalam piringnya. Sediakan berbagai bahan siap campur seperti nasi, kacang polong, alpukat, keju dan sebagainya. Biarkan Si Kecil untuk berkreasi dengan makanan itu. Memberinya kesempatan untuk “membuat” makanannya sendiri akan menyebabkan dia bersemangat dan punya nafsu untuk makan. 


2.    “rasanya tidak enak”. Itu juga adalah kata-kata yang sering diucapkan Si Kecil ketika dia tidak mau makan. Sebagai manusia, kita terdesain untuk untuk lebih suka makanan yang manis daripada yang pahit, seperti beberapa jenis sayuran. Bunda perlu tahu bahwa ada makanan-makanan yang menjadi sangat pahit untuk mereka meskipun itu sehat. Anak-anak lebih bisa merasakan pahit itu, lebih dari orang dewasa. Ini karena semakin bertambahnya usia, kita kehilangan rasa itu, rasa itu tidak sepahit ketika kita masih kecil. Analogi sederhananya adalah anak-anak biasanya menggunakan pisang ketika minum obat, dan ketika dewasa kita hanya perlu air putih saja ketika akan mengkonsumsi obat. Penelitian juga menunjukkan bahwa secara genetik, anak mungkin sensitif terhadap makanan pahit. Bunda juga perlu memperhatikan aspek ini. 
Lalu, apa yang bisa dilakukan? Bunda pasti sudah sering mendengar bahwa memerlukan 10-15 kali supaya anak mau menerima makanan baru. Sehingga, tetap sajikan makanan yang Bunda ingin anak memakannya namun jangan memaksanya. Cara lain adalah Bunda bisa menambahkan jus buah tertentu dalam “sayuran pahit”nya. Bunda juga dapat memberikan madu sebagai pemanis untuk dituangkan dalam brokoli atau wortelnya. 


3.    Dia hanya tidak lapar sekarang. Jika Bunda khawatir Si Kecil tidak cukup makan tapi pertumbuhannya sesuai target, maka berarti persepsi Bunda tentang berapa banyak makanan yang harus dia makan tidak sesuai. Bunda harus paham mengenai berapa banyak yang dibutuhkan Si Kecil sebenarnya. Ketika dia tidak mau makan, gunakan makanan yang disukainya sebagai senjata bagi Bunda untuk memperkenalkannya makanan yang baru. Salah satu Bunda yang bernama Ashley Renz dalam facebook yang memberi saran untuk menyimpan makanan yang paling disukai Si Kecil di akhir. Di awal, cobalah untuk memberikan makanan yang paling tidak mereka sukai seperti sayuran. Cobalah memberi makan Si Kecil dengan makanan yang sehat seperti sayuran terlebih dahulu. 


4.    Apa yang Bunda Sajikan Membosankan. Jangan sedih ya Bunda dengan hal ini, karena bisa jadi inilah penyebab Si Kecil menjadi pilih-pilih makanan. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak akan lebih mau makan buah dan sayuran ketika disajikan dalam tampilan yang menarik. Memberi nama makanan dengan nama yang menarik juga dapat meningkatkan kemauan Si Kecil untuk makan. Penelitian dari Cornell University menemukan bahwa anak-anak usia 1-3 tahun akan 2 kali lebih banyak memakan wortel ketika orangtua menyebutnya dengan “X-ray vision carrot” atau semacam “wortel yang jika kita memakannya maka kita akan bisa melihat dengan jelas seperti sinar X” daripada hanya menyebutnya dengan sebutan “wortel” saja. Untuk meningkatkan imajinasi Si Kecil tentang makanan yang dapat menstimulasinya untuk makan,  membaca buku makanan bersamanya dapat menjadi pilihan. Duduklah bersamanya dan kembangkan imajinasinya lalu biarkan dia memilih makanan yang menarik dan ajak untuk membuatnya bersama-sama. 

 

Itulah beberapa penyebab sekaligus solusi anak pilih-pilih makanan bagi Bunda. Anak susah makan selain bisa distimulasi dengan hal-hal di atas juga bisa diberikan nutrisi seperti Vitabumin, Bunda. Vitabumin yakni madu ikan gabus yang diperkaya dengan temulawak dapat membantu menstimulasi nafsu makan sehingga berkorelasi dengan kenaikan berat badannya. Vitabumin adalah salah satu bentuk Cinta Bunda untuk tumbuh kembang Si Kecil yang lebih optimal. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda :) (ls) 

Tags:

Artikel Terkait